Perangkat pembelajaran
Laporan bacaan kedua
Nama : Nurul fadhilah
Nim : 12001230
Kelas : 4F PAI
Makul : Magang 1
PERANGKAT PEMBELAJARAN
Pengertian perangkat pembelajaran
Perangkat pembelajaran itu adalah sejumlah bahan, media, petunjuk, dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran,dan perangkat pembelajaran juga termasuk persiapan yang disusun oleh guru agar pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan secara sistematis dan memperoleh hasil yang diharapkan. Selain itu perangkat pembelajaran juga termasuk sekumpulan media atau sarana yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa( LKS), Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar THB, media pembelajaran, serta buku ajar siswa. Jadi perangkat pembelajaran itu adalah sejumlah media yang dipersiapkan dan telah disusun sedemikan rupa yang digunakan oleh guru dan siswa untuk melakukan proses pembelajaran di kelas sehingga menciptakan pembelajaran yang efektif.
Macam-macam Perangkat Pembelajaran
=> Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP
RPP adalah suatu prosedur dan pengorganisasian pembelajaran yang digunakan untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi. RPP merupakan suatu panduan langkah-langkah yang akan digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar-mengajar yang disusun dalam bentuk skenario pembelajaran
=> Prinsip Pengembangan RPP
Cara pengembangan RPP dalam garis besaranya sebagai berikut:
~ Mengisi kolom identitas
~ Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
~ Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indikator yang akan digunakan untuk Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dasar, serta indikator yang telah ditentukan.
~ Mengidentifikasikan materi standar berdasarkan materi pokok.
~ Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan.
~ Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu pembukaan, kegiatan inti, dan penutup.
Dalam hal ini guru perlu menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis, mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang hendak dipelajari, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menyampaikan cakupan materi. Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik yang berpartisipasi aktif, serta 20 memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Kemudian menentukan sumber belajar yang digunakan, Menyusun kriteria penilaian, contoh soal, dan teknik penskoran 2 Lembar Kegiatan Siswa LKS.
LKS ini merupakan lembar kegiatan bagi siswa dalam kegiatan intrakulikuler maupun kokulikuler untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi tertentu. LKS sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterlibatan siswa atau aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. LKS merupakan lembaran yang digunakan siswa untuk mengerjakan sesuatu terkait dengan apa yang sedang dipelajarinya seperti melakukan pengamatan, mengidentifikasikan bagian-bagian, melakukan pengukuran, dan mencatat data hasil pengamatan. Aktivitas yang dikerjakan dalam LKS harus sesuai dengan KD yang akan dicapai sehingga siswa dapat menemukan dan membangun konsepnya sendiri. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Lembar Kegiatan Siswa LKS adalah sekumpulan lembaran yang disusun sedemikian rupa yang berisi informasi serta instruksi yang digunakan oleh siswa agar dapat mengerjakan suatu kegiatan pembelajaran secara mandiri dengan mengembangkan proses berpikir siswa. Manfaat LKS Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan LKS yaitu dapat:
√ Memudahkan guru dalam mengelola proses belajar, misalnya mengubah kondisi belajar dari suasana “guru sentris” menjadi “siswa sentris”.
√ Membantu guru mengarahkan siswanya untuk dapat menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri atau kelompok kerja.
√ Dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan proses, mengembangkan sikap ilmiah serta membangkitkan minat siswa terhadap alam sekitarnya.
√Memudahkan guru memantau keberhasilan siswa untuk mencapai sasaran belajar.
Syarat Lembar Kegiatan Siswa yang baik Lembar Kegiatan Siswa LKS yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut Syarat-syarat menggunakan LKS sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya kegiatan belajar mengajar haruslah memenuhi persyaratan mengajar, artinya LKS harus mengikuti asas-asas belajar-mengajar yang efektif, yaitu:
√ Memperhatikan adanya perbedaan individual.
√Tekanan pada proses untuk menemukan konsep- konsep.
√Memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa.
√Dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri siswa.
√ Pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa dan bukan ditentukan oleh materi bahan pelajaran.
Syarat-syarat Konstruksi Syarat konstruksi ialah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa- kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat, dalam arti dapat dimengerti oleh pengguna yaitu siswa.
√ Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan siswa.
√ Menggunakan struktur kalimat yang jelas
√ Memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
√ Hindarkan pertanyaan yang terlalu terbuka
√ Tidak mengacu pada buku sumber yang di luar kemampuan keterbacaan siswa
√ Menyediakan ruang yang cukup untuk memberi keleluasaan pada siswa untuk menuliskan jawaban atau menggambar pada LKS
√ Menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek
√ Menggunakan lebih banyak ilustrasi daripada kata-kata
√ Dapat digunakan untuk semua siswa, baik yang lamban maupun yang cepat.
√ Memiliki tujuan belajar yang jelas serta bermanfaat sebagai sumber motivasi k Mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.
Syarat-syarat Teknis Syarat ini menekankan pada penyajian LKS, yaitu berupa tulisan, gambar, dan penampilannya dalam LKS. Syarat teknis penyusunan LKS sebagai berikut:
√ Tulisan
√ Menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf Latin atau Romawi
√ Gunakan huruf tebal yang agak besar untuk topik, bukan huruf biasa yang diberi garis bawah
√ Gunakan tidak lebih dari 10 kata dalam satu baris
√ Gunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban siswa
√ Usahakan perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi
√ Gambar Gambar yang baik untuk LKS adalah gambar yang dapat menyampaikan pesan atau isi dari gambar tersebut secara efektif kepada pengguna LKS
√ Penampilan Penampilan LKS yang menarik akan membuat siswa tertarik untuk belajar menggunakan LKS.
√ Langkah-langkah Penyusunan LKS Dalam penyusunan LKS diperlukan langkah-langkah sebagai berikut
√ Menyusun peta kebutuhan LKS Peta kebutuhan LKS diperlukan guna mengetahui jumlah LKS yang harus ditulis dan menentukan urutan LKS yang akan dibuat, urutan LKS sangat diperlukan dalam menentukan prioritas penulisan. Diawali dengan analisis kurikulum dan analisis sumber belajar.
√ Menentukan judul-judul LKS Penentuan judul LKS berdasarkan pada kompetensi dasar materi pokok atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum.
√ Penulisan LKS Penulisan LKS dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut:
• Merumuskan Kompetensi Dasar yang harus dikuasai
• Merancang media
• Menentukan bentuk penilaian
• Menyusun materi, dan
• Struktur LKS secara umum sebagai berikut:
- Judul
- Petunjuk belajar petunjuk siswa
- Kompetensi yang akan dicapai
- Informasi pendukung
- Tugas-tugas
- langkah-langkah kerja
- Penilaian

Komentar
Posting Komentar